Magister Akuntansi UMM Selenggarakan International Guest Lecture Bertema Green Auditing dan SDGs

Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan tema “Green Auditing for Sustainable Development Goals: Leveraging Information Systems for Enhanced Information Disclosures” pada Rabu, 13 November 2024. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan International Guest Lecture ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan civitas akademika terkait peran green auditing, sistem informasi, dan transparansi pengungkapan informasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan global saat ini, khususnya dalam mendorong praktik bisnis dan pelaporan yang berkelanjutan. Acara dibuka dengan opening speech dari Dr. Eko Handayanto, MM selaku Vice Dean of International Relation Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM serta Dr. Driana Leniwati, M.SA., Ak., CA, CSRS, CSRA selaku Ketua Program Studi Magister Akuntansi UMM. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan keilmuan akuntansi yang berorientasi pada keberlanjutan. International Guest Lecture ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, yaitu Associate Professor Dr. Ahmad Juanda, Ak., MM., CA (UMM), Parulian Silaen, Ph.D (University of Wollongong Australia), serta Dr. Amirul Shah Md Shahbudin (Universiti Sains Malaysia). Para narasumber memaparkan perspektif akademik dan praktik terkait audit hijau, pemanfaatan sistem informasi, serta peningkatan kualitas pengungkapan informasi keberlanjutan. Diskusi dipandu oleh Dr. (Cand) Achmad Syaiful Hidayat Anwar, SE., MSc., Ak., CA sebagai moderator. Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta yang berasal dari mahasiswa dan dosen, ditandai dengan sesi tanya jawab yang membahas isu-isu strategis seputar audit keberlanjutan dan peran akuntan di era global. Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi UMM berharap dapat memperkuat internasionalisasi akademik, meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu keberlanjutan, serta mendorong pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif terhadap tuntutan profesi akuntansi di tingkat global.
Magister Akuntansi UMM Gelar International Guest Lecture dan Kuliah Tamu Internasional

Program Studi Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dan Kuliah Tamu Internasional pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 2, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan global dan peningkatan kualitas akademik mahasiswa Magister Akuntansi. Mengusung tema “Integrating Management Accounting and Information Systems for Strategic Decision Making in the Digital Era” serta “Integrating Risk Management and Internal Audit for Sustainable Business Performance”, kegiatan ini membahas peran strategis akuntansi manajemen, sistem informasi, manajemen risiko, dan audit internal dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis yang berkelanjutan di era digital. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dan nasional yang kompeten di bidangnya, di antaranya Dr. Amirul Shah, Md dari Universiti Sains Malaysia (USM) sebagai dosen tamu internasional. Selain itu, turut hadir dosen dan praktisi dari Magister Akuntansi UMM, yaitu Dr. Sri Wahjuni, L. MM., Ak., CA, Dr. Ahmad Juanda, MM., Ak., CA, serta Drs. Muchlis Fauzi, MM., M.Ak., PIA, CPA, QRGP dari PT BISA yang juga merupakan alumnus Magister Akuntansi UMM. Kegiatan ini juga dihadiri dan didukung oleh pimpinan Pascasarjana UMM, yaitu Prof. Latipun, Ph.D selaku Direktur Pascasarjana UMM dan Dr. Driana Leniwati, M.SA., Ak., CA selaku Ketua Program Studi Magister Akuntansi UMM. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan akademik bertaraf internasional. Melalui kegiatan International Guest Lecture dan Kuliah Tamu ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi konsep akuntansi manajemen, sistem informasi, manajemen risiko, dan audit internal dalam praktik bisnis modern. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran wawasan antara akademisi dan praktisi lintas negara. Program Studi Magister Akuntansi UMM terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademik berkualitas dan berorientasi global guna mendukung pencapaian lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing internasional.
Magister Akuntansi UMM Jalin Kerja Sama dengan MUC Consulting Surabaya

Tim Program Studi Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan industri ke MUC Consulting Surabaya pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan dunia profesional. Kegiatan diawali dengan sosialisasi Program Magister Akuntansi UMM kepada karyawan MUC Consulting Surabaya. Dalam sesi ini, Tim Magister Akuntansi memaparkan berbagai informasi terkait program perkuliahan, keunggulan akademik, fleksibilitas pembelajaran, serta skema penerimaan mahasiswa baru (PMB). Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Agenda utama kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Implementation Agreement (IA) antara MUC Consulting Surabaya dan Program Studi Magister Akuntansi UMM. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dan termasuk peluang kolaborasi dalam Program Praktisi Mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Melalui kerja sama ini, Program Studi Magister Akuntansi UMM berharap dapat memperkuat hubungan dengan dunia profesional serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan kualitas pendidikan dan lulusan Magister Akuntansi UMM.
Magister Akuntansi UMM Laksanakan Kunjungan Industri ke PT Terminal Teluk Lamong

Pada Kamis, 20 November 2025, Tim Program Studi Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Terminal Teluk Lamong. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Program Magister Akuntansi UMM sekaligus menjalin sinergi antara dunia akademik dan praktisi. Dalam kunjungan tersebut, Tim Magister Akuntansi UMM melaksanakan sosialisasi Program Magister Akuntansi kepada karyawan PT Terminal Teluk Lamong. Sosialisasi ini mencakup pemaparan mengenai sistem perkuliahan, keunggulan program, serta skema penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang disampaikan sesuai dengan materi presentasi yang telah disiapkan. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait pelaksanaan Program Praktisi Mengajar. Diskusi berlangsung secara interaktif dan membahas peluang keterlibatan praktisi industri dalam kegiatan pembelajaran di Magister Akuntansi UMM, sebagai upaya memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan dunia kerja. Tim Magister Akuntansi UMM disambut dengan hangat dan penuh antusiasme oleh pihak PT Terminal Teluk Lamong. Banyak karyawan yang aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan terhadap Program Magister Akuntansi. Diharapkan, kunjungan industri ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kerja sama serta peningkatan minat melanjutkan studi di Program Magister Akuntansi UMM.
Kuliah Tamu Nasional Magister Akuntansi UMM Bertemakan Sustainability Risk Management Peran Akuntan dalam Menghadapi Tantangan Keberlanjutan Bisnis

Program Studi Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Kuliah Tamu Nasional pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di GKB 4 Lantai 2, Program Pascasarjana UMM. Kegiatan ini mengangkat tema “Sustainability Risk Management: Peran Akuntan dalam Menghadapi Tantangan Keberlanjutan Bisnis” dan dihadiri oleh mahasiswa Magister Akuntansi dari berbagai angkatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Prof. Latipun, Ph.D, selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah tamu nasional ini serta menegaskan pentingnya kegiatan akademik yang melibatkan praktisi sebagai upaya memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa. Sambutan tersebut menjadi pengantar sebelum memasuki sesi materi inti. Selanjutnya, Keynote Speaker Dr. Ahmad Juanda, M.M., Ak., CA, selaku Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang, menyampaikan pemaparan singkat terkait isu keberlanjutan serta membagikan studi kasus nyata mengenai dampak-dampak yang pernah terjadi di Indonesia. Paparan tersebut memberikan gambaran awal mengenai urgensi sustainability dalam pengelolaan organisasi dan pengambilan keputusan bisnis. Sesi materi utama disampaikan oleh Bapak Sapto Wasono Soebagio, S.Ak., M.M., selaku Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Terminal Petikemas Surabaya (Pelindo Group), yang membahas penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta peran strategis akuntansi dalam mendukung keberlanjutan perusahaan. Materi disampaikan secara aplikatif dengan mengangkat praktik nyata yang diterapkan di lingkungan Pelindo Group. Selain itu, Dr. Driana Leniwati, M.SA., Ak., CA., CSRS., CSRA, selaku Ketua Program Studi Magister Akuntansi UMM, turut menyampaikan materi kuliah tamu yang menyoroti pergeseran paradigma akuntansi menuju akuntansi berkelanjutan serta pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam praktik akuntansi modern. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Berbagai hadiah menarik juga dibagikan kepada peserta, sehingga suasana kegiatan berjalan lebih hidup dan komunikatif. Secara keseluruhan, kuliah tamu nasional ini berlangsung lancar dan sukses, serta memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa Magister Akuntansi UMM.
Kapal Garden UMM Tawarkan Nuansa Iftar di Kapal Pesiar

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum spesial yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bagaimana tidak, di bulan ini bertebaran kebaikan dan keberkahan dilipatgandakan. Untuk itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kapal Rooftop Cafe gelar launching menu dengan tema “Rasa Ramadan”. Acara yang dilaksanakan pada 21 Februari lalu tersebut dihadiri oleh para rekan tamu undangan dari berbagai elemen kalangan masyarakat yang berkesempatan juga menikmati hidangan. Uniknya, dibalik pemilihan diksi tema yang fresh, Manager Kapal Garden Hotel by UMM, Teguh Hadi Saputro menjelaskan bahwa ada makna yang terkandung dalam tema makanan itu. Yakni kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dibalik berbagai cita rasa menyambut bulan suci Ramadan. “Tujuan utama kami adalah konsep berbuka puasa di kapal. Selain itu, khusus acara ini kami menghadirkan berbagai sajian menu primadona dengan nuansa bak berbuka di deck atas kapal pesiar. Harapannya hal-hal ini nantinya siap menemani waktu berbuka puasa para tamu hotel maupun para pengunjung,” ungkapnya Dibandingkan hanya memilih satu tema sajian menu, Teguh menyebut pelayanan mereka tetap menonjolkan ciri khas Kapal Rooftop dengan variasi menu Nusantara, Chinese, Timur Tengah, dan Western. Mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Di antaranya rendang, gado-gado, nasi kebuli, puding, kolak, dan masih banyak lagi. Menariknya, penawaran tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan range budget yang bervariatif dari low hingga high budget. Sajian-sajian menu dan pengalaman ini tentunya hanya bisa dinikmati di Kapal Garden Hotel dan Café. “Selalu ada penawaran eksklusif untuk momen spesial. Untuk itu, kami sediakan pilihan berbagai paket yaitu, ala carte, paket grup, dan buffet. Paket grup Rasa Berlima start from 150.000 untuk 5 orang. Kemudian, promo buffet early bird start harga mulai 65.000/pax dengan estimasi reservasi sampai 10 Maret 2025. Serta, regular buffet start from 75.000 minimal pemesanan 20 pax. Kami sangat berharap masakan dan experience berbuka puasa di Kapal Rooftop Cafe bisa dinikmati oleh semua kalangan,” jelas Chef Kusmawardi. Zafira Auzia Najwa sebagai pengunjung mengaku sangat menikmati bersantap menu Rasa Ramadhan di Kapal Rooftop Cafe. Selain menu yang disajikan fresh, di sana ia bisa menikmati view semi alam yang khas, serta interior dan pelayanan yang memorable layaknya sebagai penumpang kapal pesiar. Di samping itu, ia menyebut rasa masakan nusantara yang dibuat tim Kapal juga lezat dan authentic. Menurutnya, pelayanan yang memuaskan didukung juga dengan kebersihan tempat dan makanan yang sangat baik cocok untuk event berbuka bersama teman-teman dan keluarga. (din/wil)
Semarak Ramadhan di UMM: Memahami Peran Budaya dalam Dakwah Muhammadiyah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Semarak Ramadhan yang penuh keberkahan selama bulan Suci. Salah satu acaranya yakni Pengajian Ramadhan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang digelar pada 5 Maret 2025. Dalam kesempatan ini, UMM menghadirkan tokoh Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.. yan menyampaikan tema menarik ‘Membumikan Dakwah Kultural Muhammadiyah”. Dalam pengajiannya, Danarto menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi warga Muhammadiyah dalam mengimplementasikan tradisi budaya dalam kehidupan beragama. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang salah kaprah dalam memandang budaya. Menganggap keterlibatan budaya dalam agama dapat menimbulkan unsur takhayul, bid’ah, dan khurafat. Akibatnya, banyak yang menjauhi budaya, bahkan menjadi anti budaya. Terdapat dua aliran dalam Islam yang berpengaruh terhadap pandangan ini, yaitu puritanisme yang dipelopori oleh Muhammad Ibnu Wahab, dan Islam Modernisasi yang diprakarsai oleh Muhammad Abduh. “Islam puritan menekankan pada penghapusan segala hal yang berhubungan dengan tradisi dan budaya, dan kembali meniru apa yang ada pada masa Nabi dan sahabat. Dalam pandangan mereka, tradisi yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap sebagai bid’ah,” jelasnya. Di lain sisi, Danarto juga menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh kaum modernasi dalam Islam adalah dengan meneliti hadist-hadist Nabi, memverifikasi keasliannya, dan hanya mengamalkan yang dinyatakan shohih. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar umat Islam dapat menerapkan etika, moral, dan tradisi pada masa Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan bahwa istilah bid’ah atau inovasi tidak seharusnya digunakan untuk menolak segala bentuk perkembangan dalam masyarakat, termasuk pengetahuan, filsafat, dan ilmu politik. Bid’ah harus dipahami dalam konteks nilai-nilai dasar, moral, dan karakter yang terkandung dalam ajaran Islam, bukan pada bentuk atau praktiknya saja. “Merujuk pada surat Al-Hujurat ayat 13, eksistensi berbagai budaya, suku, dan bangsa, dan menekankan bahwa budaya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam harus diterima dan dihargai. Budaya bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan harus dipahami dan diselaraskan dengan ajaran Islam,” jelasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bisa berdakwah melalui ceramah atau tabligh, tetapi juga dapat melibatkan budaya sebagai sarana dakwah. “Muhammadiyah dapat berdakwah melalui budaya dengan mentransformasi nilai-nilai yang sudah ada dan mengemasnya dalam konsep yang lebih berkemajuan, Melalui budaya yang berkemajuan, dakwah Muhammadiyah akan semakin menarik bagi banyak orang. (nam/wil)
Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah jadi Konsen Muhadjir Effendy

Di tengah perkembangan pesat dunia bisnis, Muhammadiyah menyadari pentingnya perubahan mindset, terutama dalam melihat bisnis sebagai sarana yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agenda diselanggarakan pada 26 Februari 2025 itu berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dan terus mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang masih memandang dunia usaha dengan skeptis, menganggapnya “kotor” karena adanya praktik kecurangan dan permainan dalam perdagangan. Oleh karena itu, Muhammadiyah bertekad untuk mengubah pandangan ini dan menciptakan peluang bisnis yang mengutamakan etika, kejujuran, dan prinsip agama yang kuat. Muhadjir mengatakan, konsep kapitalisme religius menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi ini. Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa bisnis tidak harus berseberangan dengan nilai-nilai agama. Kapitalisme yang dibangun dengan etika agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi semua pihak. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah berusaha menumbuhkan para kapitalis yang sangat agamis, dan memiliki tanggung jawab sosial dan moral dalam setiap langkah bisnis yang diambil. Serta menekankan pentingnya pemahaman bahwa bisnis harus dijalankan dengan landasan etika yang kuat. “Kapitalisme yang lahir dengan prinsip agama yang kuat tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa berkah bagi umat,” ujarnya. Di sisi lain, pembinaan birokrasi Muhammadiyah juga menjadi fokus penting. Untuk merespons dinamika zaman yang terus berubah, organisasi ini menyadari bahwa birokrasi yang kaku tidak lagi efektif. Oleh karena itu, Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih fleksibel dan inklusif, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, serta mendukung keberlangsungan bisnis dan usaha yang dijalankan. Salah satu inovasi menarik adalah dalam hal kepemilikan bisnis. Muhammadiyah menyadari bahwa bisnis yang sukses tidak hanya dapat dimiliki oleh pengurus organisasi, tetapi juga bisa dibagi dengan warga Muhammadiyah atau mitra yang terlibat. Hal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi, tidak hanya dalam skala individu tetapi juga secara kolektif. Ini adalah salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa bisnis Muhammadiyah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Peluang lebih besar hadir dalam dunia ritel, yang diharapkan menjadi tempat distribusi utama produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan adanya outlet ritel, produk dari UMKM warga Muhammadiyah dapat lebih mudah diakses, memberikan peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar kelayakan, baik dari segi kualitas maupun kemasan. Jika ada produk yang belum memenuhi standar, outlet memiliki kewajiban untuk membina produk tersebut agar dapat lebih diterima di pasar. “Kemudian kita mengontrol sendiri sirkulasi barang yang ada di Mentari Mart, tanpa ada campur tangan dari pihak manapun dan diatur oleh manajemen Muhammadiyah,” jelasnya. Sebagai contoh, bisnis pada sektor kesehatan yakni infus Suryavena yang diluncurkan oleh Muhammadiyah yang menawarkan produk infus dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk memastikan kesuksesan distribusinya, peta geospasial akan digunakan untuk mengukur kelayakan wilayah yang potensial untuk mendirikan outlet, sehingga mengurangi risiko kebangkrutan. Dalam hal pemberdayaan, Muhammadiyah juga memperhatikan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda, khususnya siswa-siswi SMK Muhammadiyah jurusan perniagaan. Mereka akan diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja terampil di berbagai bisnis yang didirikan, seperti di outlet Mentari Mart yang akan segera hadir. “Saya mempunyai mimpi bahwa sosial enterprise dapat menjadi prioritas utama dalam ekonomi kita di kemudian hari, setelah BUMN, Swasta, Koperasi, dan Bisnis Sosial,” ujarnya. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Muhammadiyah berupaya untuk menciptakan perekonomian yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi warganya dan masyarakat luas. Muhammadiyah terus berupaya untuk tidak hanya menjadi organisasi yang besar, tetapi juga menjadi pendorong perubahan sosial dan ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan semangat kapitalisme religius, pembenahan birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah bergerak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, berkeadilan, dan penuh berkah. (nam/wil)